DESA SUREN KUTOARJO
Senin, 24 Agustus 2020
Rabu, 13 April 2016
DOLANANE BOCAH SUREN KUTOARJO JAMAN SAIKI
Uji coba peluncuran permainan
roket air di Desa Suren
SUREN – Jaman dulu, anak-anak desa
Suren Kutoarjo, memiliki berbagai permaian tradisional, diantaranya ada lowok
(bermain ketangkasan karet gelang), dir-diran (permainan kelereng yang bikin
betah ga pulang-pulang), dres-dresan (permainan petak umpet), kasti (sudah tau
semua lah ya), bedil-bedilan carang (membuat tembakan mainan memakai ranting bambu),
bedil-bedilan gagang gedhang (mainan tembakan berbahan daun pisang), plinteng
(semacam ketapel untuk menembak burung), dan lain-lain.
Anak-anak kecil dari Desa Suren
terkenal cerdas-cerdas, dan permainan atau dolanan mereka pun mengikuti
perkembangan jaman. Saat ini dolanan yang digandrungi anak –anak Desa Suran
adalah Permainan Roket Air. Permainan roket air belum terlalu popular di
masyarakat Desa Suren. Pasalnya, sebagian besar warga belum pernah menyaksikan
langsung roket air meluncur. Biasanya, permaianan roket air hanya ada di media
massa, seperti Koran, telivisi, radio yang memberikan berita tersebut.
Berawal
dari Tugas Sekolah
Namun, kali ini roket air benar –
benar nyata meluncur di Desa Suren. Berbekal searching di mbah Google, Adik Satya Tegar K siswa di salah satu
SMP Negeri di Kutoarjo berhasil menyelesaikan tugas sekolahnya membuat roket
air tanpa adanya pembelajaran maupun pemberian materi oleh guru. Maklum, di
K-13 siswa dituntut mandiri.
Adik Satya Tegar K tanpa ragu membuat
roket air dari botol air bekas, pipa PVC, ban bekas, isolatif, dan dop bekas.
Setelah kurang lebih 2 jam, ia menunjukkan hasil karyannya ke sang Kakak untuk
diuji coba sebelum dibawa ke sekolah.
Uji
Coba Pertama
Roket pun diisi air, dipasang
sedemikian rupa di pipa PVC, kemudian sang Kakak mempompa angin supaya masuk ke
dalam roket. Setelah dirasa, tekanan angin cukup, Adik Satya Tegar K melepas
pegangan roket air. Alhasil, roket air meluncur terbang hingga ketinggian 10
meter, jatuh tepat pada jarak 40 meter. Peluncuran pertama dianggap sukses,
tapi Adik Satya Tegar K dan Kakaknya basah kuyup.
Diminati
Anak – Anak SD
Uji coba roket yang pertama dianggap
sukses. Namanya juga, adik Satya Tegar K masih anak kecil belum ada puasnya
bermain roket air. Setiap pulang sekolah roket airnya dimainkan terus, hingga
beberapa tetangga yang masih SD kebetulan lewat. Permainan tersebut menjadi
daya tarik tersendiri. Spontan, anak-anak SD menonton permainan roket air.
Tidak jarang mereka bertanya-tanya seputar roket air dengan nada penasaran,
seperti “Kok iso mabur yo mas ?”, “Nek tuku nang endi ?”, bahkan tidak jarang
mereka ingin memilikinya “Mas, nggo aku oleh po ra ?”.
Mengenai
Kepala Orang
Suatu ketika roket air kembali
diluncurkan, kali ini dipompa dengan tekanan yang tinggi., Roket air pun
meluncur tidak seperti biasa, tinggi banget sampe melewati 3 rumah. Hingga,
akhirnya jatuh di depan rumah lik Sabar, tepat mengenai kepala lik Man (tamunya
lik Sabar). Adik Satya Tegar K dan teman-temannya mencari jatuhnya roket air di
berbagai titik, tapi tidak ketemu.
Tanpa merasa bersalah dengan mimik
wajah bangga roket dapat meluncur luar biasa, iapun menanyakan roket airnya
kepada lik Man. Lik Man pun menjawab dengan agak bigung pasalnya tidak mengerti
roket air itu apa. “Entes sirahku ketibanan botol a*q*a, tapi duwurku ora ono
opo-opo langsung langit, iki po uduk?”. Adik Satya Tegar K pun menjawab bahwa
botol tersebut adalah roket air. Lik Man tidak marah maupun jengkel karena
memang tidak sakit sama sekali. Beliau penasaran bisa-bisanya sebuah botol
dapat diluncurkan.D'Pras
Kontributor : Derajat Prasojo
Sabtu, 19 Maret 2016
DESA SUREN PUSAT PANDE BESI BERKUALITAS TINGGI
Desa Suren berada di Jawa Tengah tepatnya berada di Kabupaten Purworejo, Kecamatan Kutoarjo -/+ 3 Km dari Stasiun Kutoarjo. Kalau dari Jakarta Kereta Api waktu tempuh 7 jam 39 menit.
Desa Suren memang unik selain sentra produksi pertanian, peternakan, di desa ini juga merupakan sentra industri rumah tangga Pande Besi, yang sudah ada puluhan tahun yang lalu.
Desa Suren memang desa yang ngangeni, sering dijadikan tujuan KKN (Kuliah Kerja Nyata) baik dari Universitas di Purworejo atau dari Kampus di Yogyakarta. Wajah Desa Suren adalah ijo royo royo, gemah ripah loh jinawi, merupakan desa yang terkena imbas abu vulkanik Gunung Merapi menjadikan tanah di Desa Suren menjadi subur.
Pande Besi Desa Suren Kutoarjo sangatlah terkenal, baik ragam alat pertanian yang dibuat, kualitas barang, dan kekhasan alat pertaniaan tersebut.Cn
Selasa, 05 Januari 2016
CERITA UNIK PANDE BESI SUREN KUTOARJO JAMAN DULU
Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke rumah Lek Jikin, salah seorang Empu pembuat alat alat pertanian di Desa Suren Kutoarjo. Beliau bercerita suatu kejadian unik dan tidak terlupakan di tahun 1971.
Suatu hari di tahun 1971 Lek Jikin mendapat hadiah dari sahabatnya yaitu 2 buah Bom Peninggalan Belanda yang sudah usang dan sudah nieng (berkarat-red). Lek Jikin sangat senang mendapat hadiah itu dan berencana akan mengolahnya menjadi golok atau sabit. Sambil menghisap rokok poncoroso (salah satu rokok yang beredar di daerah Purworejo dan sekitarnya) Lek Jikin mulai menggergaji besi peninggalan belanda seberat 9 Kg itu, Setelah itu dikeluarkan isinya dan dibuang ke kali, maka besi itu diolah di Pande besi beliau menjadi. 18 buah golok.
Suatu siang karena Lek Jikin sudah lelah dan gergajinya juga sudah tumpul maka bom sisanya langsung dibakar di perapian sembari membakar, karena waktu sudah dhuhur, maka Lek Jikin beserta karyawannya makan siang.
Di saat asyik makan siang tiba tiba terdegar suara sssoooooosss dari salen dan terdengar dentuman kuat beemmmmmm (konon dulu terdengar sampai radius 12 KM kurang lebih sampai Ketawang). Lek Jikin pun panik dan bingung setengah pusing, karena sedari pagi Lek Jikin beserta karyawannya sudah bekerja menghasilkan 14 golok ternyata golok itu terbang entah kemana dan tak tau rimbanya, bahkan alat pemukul golok diketahui terbang dalam radius 500 meter di belakang rumah Lek Run. Alat alat kerja Lek Jikin pun semuanya musnah. ternyata Bom peninggalan belanda itu masih aktif. Ketika diwawancara Lek jikin berkata, "kirain dibakar ndak papa, wong sudah saya gergaji sedikit , eee malah njeblug."
Kejadian itu di tahun 1971 menghebohkan warga Desa Suren, yang sedang asyik makan siang tiba tiba terdengar dentuman keras. Kerugian ditaksir kalau kurs sekarang sekitar Rp 3.000.000.- dihitung dari jumlah golok yang terbang, gaji 3 orang karyawan dan hilangnya alat alat kerja, dan juga atap salen yang bolong.
Dari kejadian tadi penulis berpesan apabila menemukan senjata peninggalan Belanda atau sesuatu yang mencurigakan segera laporkan ke Kepolisian terdekat.Cn
Senin, 22 Juli 2013
TRADISI
SYABANAN di Desa Suren Kutoarjo
Suren
pancen ngangeni itu
yang di rasakan oleh para perantau asal Desa Suren Kutoarjo Kabupaten
Purworejo. Selain suara dag deg dog pande besi, ternyata Desa Suren punya
tradisi Syabanan. Syabanan yaitu berkumpulnya ratusan pedagang tumpah ruah di
tengah-tengah desa. Tepatnya di sekitar Bale Desa Suren dan ribuan masyarakat
desa suren dan sekitarnya pun tumpah ruah di Syabanan ini. Barang dagangan yang
didagangkan di Syabanan ini bermacam-macam, ada sate, bakso, mie ayam, bakmi,
kupat tahu, mainan anak-anak, pakaian, pecel lele, lotek, kacang rebus, dan
lain-lain. Tapi anehnya tidak ada yang menjual alat-alat pertanian.
Dokumentasi : Sukirman Punya
"Syabanan 2013"
|
Tradisi Syabanan ada selama 3 hari di tengah bulan Sya'ban dan
menandakan bahwa warga Desa Suren siap menyambut Bulan Suci Ramadhan.
Biasanya, mushola atau masjid di Desa Suren ketika malam Syaban
menggelar Sholat Syaban berjamaah dan setelah itu membaca Al Quran Surah
Yaasiin 3 kali dan diakhiri dengan Do'a.
Konon
kabarnya Sabanan ada sejak Zaman Belanda. Belanda sengaja membuat rame rame di
tengah desa suren agar warga tidak khusuk berdo'a karena do'a di bulan syaban
diijabah.
Pada malam Nisfu Sya’ban hendaklah kita merebut peluang keemasan ini
dengan cara menghidupkan malamnya dengan ibadat. Sebelum itu, pada siangnya
eloklah berpuasa terlebih dahulu. Apabila selesai menunaikan solat Maghrib,
disunatkan solat sunat dua rakaat. Selepas itu, hendaklah dibaca surah Yaasin
sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeza-beza sebagaimana yang akan
dijalaskan nanti.
Disunatkan juga memperbanyakkan istighfar dan bertaubat daripada
segala dosa serta meminta keampunan daripada Allah SWT untuk kedua ibu bapa
serta keluarga di samping memperbanyakkan bacaan Al-Quran, bertasbih,
berselawat dan melakukan solat-solat sunat.
Selain daripada itu, disunatkan juga memperbanyakkan doa kerana malam
Nisfu Sya’ban merupakan malam yang paling mustajab dan penuh rahmat.
Rasulullah SAW bersabda : maksudnya
“Ada lima malam yang tidak ditolak permintaan (doa) iaitu malam
pertama bulan Rejab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumaat, dua malam iaitu malam
Hari Raya Aidilfitri dan malam Hari Raya Aidiladha”.
Di dalam kitab Durratun Nasihin dinyatakan hadith yang bermaksud :
“Jibril telah datang kepadaku pada malam Nisfu Sya’ban dan berkata :
“Wahai Muhammad, pada malam ini pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat
sedang di buka, oleh itu bangunlah dan kerjakanlah sembahyang, kemudian angkat
kepalamu serta kedua-dua tanganmu ke langit.” Aku (Rasulullah) bertanya: “Wahai
Jibril, apakah gerangan malam ini?” Jibril menjawab : “Pada malam ini telah di
buka 300 pintu rahmat, maka Allah SWT mengampun semua orang yang tidak
menyekutukanNya dengan sesuatu melainkan (yang tidak diampuni) ialah tukang
sihir,tukang tilik nasib, orang yang sangat suka bermusuhan, peminum arak,
pelacur, orang yang makan riba, orang yang derhaka kepada kedua ibu bapa,orang
yang suka mengadu domba, dan orang yang memutuskan silaturrahim. Maka
sesungguhnya mereka tidak akan bertaubat dan meninggalkan pekerjaan
maksiatnya”.
Antara Peristiwa di Bulan Sya’ban
1. Malam Nisfu Sya’ban pada 14 Sya’ban.Keagungan malam Nisfu Sya’ban
seumpama keagungan Rejab dengan malam Isra’ Mikrajnya dan keagungan
Ramadhan dengan Lailatul Qadarnya.
2. Berlaku penukaran qiblat dari Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis ke
Kaabah di Masjidil Haram, Mekah pada 15 Sya’ban.
3. Berlaku peperangan Bani Mustalik pada bulan Sya’ban tahun kelima
hijrah. Kemenangan berpihak kepada Islam
4. Perang Badar yang terakhir pada tahun keempat Hijrah.
Bacaan Yaasin Pada Malam Nisfu Sya’ban
Pada malm Nisfu Sya’ban, disunatkan membaca Surah Yaasin sebanyak tiga
kali berturut-turut dengan niat doa yang berbeza-beza sebagaimana berikut :
1. Bacaan Yaasin yang pertama memohon supaya Allah SWT memanjangkan
umur di dalam ketaatan kepadaNya dan sentiasa beramal soleh.
2. Bacaan kali kedua memohon supaya di tolak segala bala’ dan bencana
yang bakal menimpa.
3. Bacaan kali ketiga memohon supaya kita tidak berhajat melainkan
kepada Allah SWT dan memohon supaya dimurahkan rezeki yang halal.
Setiap kali selesai membaca Yaasin,hendaklah membaca doa ini :
Itulah tentang Syabanan di Desa Suren Kutoarjo. Suren
pancen ngangeni.Cn.
Langganan:
Komentar (Atom)



